7 Kesalahan yang Dilakukan Orang Tua Ketika Mendidik Anak

Untuk orang tua yang mempunyai anak berusia 3 – 5 tahun memang sedikit sulit dalam mendidiknya karena pada usia tersebut anak-anak sudah bisa membantah apa yang diajarkan orang tua atau usia paling aktif. Ketika masa aktif dan orang tua sedikit frustasi kerap melakukan kesalahan. Bersabarlah dalam mendidik anak karena kunci utama kesuksesan anak berada ditangan Anda.

7 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak

1. Mengajari Anak Tidak Pernah Salah

Sering terjadi kesalah pahaman ketika sedang bermain dengan anak, seperti ketika anak berjalan kemudian menabrak meja dan bukannya anak yang diberi pengertian tetapi orang tua kerap menyalahkan meja yang ditabraknya. Hal seperti akan menimbulkan pemahaman yang kurang tepat untuk anak. Konsekuensi ketika dewasa adalah anak akan terbiasa untuk menyalahkan orang lain meskipun padahal dirinyalah yang salah.
Jadi ketika anak terjatuh seperti itu lebih baik orang tua mendatangi dan mengusap bagian yang sakit kemudian peringatkan anak untuk lebih hati-hati lagi dan bersemangat latihan jalan lagi.

 2. Membohongi Anak

Pada saat orang tua akan bepergian entah berangkat kerj atau acara yang harus ke luar rumah biasanya akan membohongi anak dengan mengatakan jika akan pergi sebentar kemudian kembali lagi, dan anak akan menunggu namun yang didapat orang tuanya tidak kunjung kembali. Hal ini akan menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap orang tua yang akan berujung pada anak tidak akan percaya apapun yang dikatakan oleh orang tuanya sekalipun orang tua berkata benar.
Lebih baik latih anak untuk menerima keadaan apapun sekalipun akan membuatnya menangis karena lambat tahun anak akan mengerti dengan tindakan orang tua.

3. Tujuan yang Ingin Disampaikan Kurang Jelas

Ketika anak melakukan kesalahan orang tua kerap mengatakan jika mereka tidak suka anaknya seperti ini dan seperti itu, padahal si anak belum mengerti apa maksud dari perkataan orang tuanya. Konsekuensinya anak bisa salah paham dalam hal apapun dan anak tidak tahu salahnya di mana sehingga ke depannya tidak ada perbaikan. Lebih baik jika anak melakukan kesalahan, katakan dengan jelas anak kesalahannya di bagian mana dan beri tahu untuk tidak mengulanginya lagi.

4. Fokus pada Kesalahan

Orang tua biasanya lebih sering memarahi jika anak melakukan kesalahan namun jarang memberikan apresiasi ketika anak melakukan hal yang benar meskipun hal sepele. Hal tersebut bisa menyiutkan mental anak dalam melakukan kegiatan karena takut salah dan dimarahi. Lebih baik selain dimarahi tapi juga berikan apresiasi terhadap tindakan anak yang benar meskipun hal kecil supaya anak lebih percaya diri.

5. Orang Tua Tidak Kompak

Sering orang tua melakukan kesalahan seperti ini, ketika sang ayah memarahi anak yang melakukan kesalahan malah si ibu memeluknya dan mengatakan jika anak tidak salah dan tidak masalah. Hal seperti ini akna memberikan kesan jika ayahnya tidak sayang dan hanya ibunya lah yang sayang padanya. Lebih baik orang tua untuk kompak jika anak melakukan kesalahan lebih baik di tegur dan di nasehati agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

6. Menakuti Anak

Hentikan menakut-nakuti anak ketika anak tidak mau melakukan sesuatu, memang hal tersebut sangat manjur sehingga anak langsung mengerjakan hal yang diperintahkan. Seperti contoh jika tidak mau makan nanti akan diculik orang gondrong. Hal tersebut anak tertanam dalam benak anak jika orang gondrong adalah penculik anak, padahal tidak semua orang gondrong penculik atau sebaliknya. Lebih baik gunakan kalimat yang tepat seperti jika tidak mau makan nanti perutnya akan sakit.

kesalahan yang dilakukan orang tua ketika mendidik anak

7. Mudah Berjanji

Jangan mudah memberikan janji pada anak, karena anak akan menantikan janji orang tua. Hal ini akan berdampak buruk pada anak jika kelak anak juga akan mudah berjanji namun tdak untuk ditepati, karena menganggap melanggar janji adalah hal yang biasa.